Kamis, 19 Maret 2020

Manfaat Tentang Daun Pegagan

Mari Kita Simak dan Mengenal Tentang 

Manfaat Daun Pegagan

Oleh Alya Sandrina Augesta




💗Assalamualaikum Wr Wb,...
SALAM KESEHATAN!!!!
hallo sobat-sobatku sekalian ini adalah pertemuan pertama kita dalam blog saya, di sini saya akan membahas tentang apa sih itu daun pegagan...
Ada yang tau apa fungsi yang sangat berpengaruhnya bagi kita para remaja, khususnya kita para wanita...
Kalo begitu ayo sama-sama kita bahas dan mengenal lebih dalam lagi daun pegagan ini💗

Centella asiatica alias gotu kola atau yang lebih dikenal dengan nama daun pegagan adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di negara Tiongkok, Indonesia, Jepang, dan India. Sejak ribuan tahun lalu, pegagan disebut sebagai ramuan abadi yang digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Pegagan memiliki nama berbeda-beda, bergantung pada daerahnya. Di Jakarta dan Aceh namanya pegagan, di Jawa Barat disebut antanan, masyarakat Sumatera menyebutnya kaki kuda, dan masyarakat Madura menamainya tikusan dan masyarakat Bali menyebutnya taiduh. Masih banyak lagi nama lokal pegagan, seperti kori-kori (Halmahera), gagan-gagan atau panigowang (Jawa), pegago (Minangkabau), dogauke atau sandanan atau gogauke (Papua), kalotidi manora (Maluku), dan bebile (Lombok).
Sebutan pegagan di beberapa negara antara lain adalah takip-kohot (Filipina), brahma butu (India), Indian hydrocotyle (India), India penny wort (Inggris), dan gotu kola (Sri Lanka). Di Tiongkok dikenal dengan nama ji xue cao, yang dipercaya masyarakat setempat dapat memperpanjang umur. Sementara di Perancis dikenal dengan nama bevilaque, hydrocote d’Asie, atau cotyiole asiatique. Pegagan atau kaki kuda (Centella asiatica L.), tumbuh pada tegalan, padang rumput, tepi selokan dan pinggir jalan, merupakan tumbuhan herba tahunan yang menjalar dan berkembang dengan stolon. Khasiat pegagan adalah sebagai anti lupa, memberi umur panjang, adaptogenik, anti-pyretik, anti spasmodik, aphrodisiak, astringent, pembersih darah (keracunan logam), diuretik, nervine, sedative, menyembuhkan penyakit lepra, luka luar seperti habis melahirkan dan psoriasis (terbakar)

https://www.google.com/search?q=daun+pegagan&safe=strict&sxsrf=ALeKk00nmEEhXErkbgMcnB6Ts8c-V9u0gQ:1584629662075&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwjU4O7A5aboAhXGX30KHQxeCagQ_AUoAXoECBcQAw&biw=1366&bih=657#imgrc=tpD0JjCpXgYtGM


Nah ini dia penampakan daun pegagan yang memiliki banyak manfaat itu teman-teman. Kita lanjutkan mengenal daun pegagan ini, pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan penutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit. Pegagan termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Bentuk daunnya seperti ginjal, bertangkai panjang dan tepinya bergerigi. Pegagan menyukai tanah yang lembab dan cukup sinar matahari atau tempat teduh (Suryo 2010). Pegagan tumbuh dengan baik yang ditandai dengan daunnya yang besar dan tebal karena ditanam pada tempat yang intensitas cahayanya 30-40%.
Pegagan dipercaya memiliki senyawa anti mikroba, dan terbukti dari beberapa senyawa yang berkhasiat, ternyata juga mampu meminimalisir bakteri. Untuk bakteri Eschericia coli yang merupakan bakteri penyebab diare, pada ekstrak pegagan pada 25% mampu menghambat perkembangan bakteri dan pada kadar 50% mampu membunuh bakteri. Namun, ekstrak daun pegagan belum mampu menghambat pertumbuhan Vibrio cholerae yang merupakan penyebab penyakit kolera (Ramadhan, 2015). Penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa ekstrak pegagan dengan metanol mempunyai aktivitas daya hambat yang tinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli (Arumugam, 2011).
Selain itu, jenis ekstrak juga berpengaruh terhadap daya hambat mikroba. Jenis ekstrak yang menggunakan air merupakan jenis ekstrak yang terburuk dalam pengekstrakan yang kurang efektif untuk dijadikan bahan. Ekstrak pegagan dengan konsentrasi 10% dengan menggunakan pelarut metanol sudah mampu membangun 20 mm zona hambat mikroorganisme (Arumugam, 2011). Selain pengujian bakteri mikroba, juga telah diuji untuk kapang dan jamur. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa pegagan mampu menghambat pertumbuhan Aspergillus dengan ekstrak 25 ul sudah mampu menghambat Aspergillus yang diinkubasi selama 4 minggu yang cukup signifikan.


Jadi terdapat banyak sekali manfaat dari daub pegagan, lalu bagaimana tentang pembahasan di atas? semoga bernabfaat ya, terimakasih  sudah menyempatkan untuk membaca selamat berjumpa di blog selanjutnyaaaaa.........😉😉😉

Referensi:

Kumar, A.A., K. Karthick, Arumugam, K. P., 2011, Properties of Biodegradable Polymers and Degradatin for Sustainable Development, International Journal of Chemical Engineering and Applications, 2(3), 164-167.

Suryo, J., 2010, Herbal Penyembuhan Gangguan Sistem Pernapasan, B First, Yogyakarta

Ramadhan. (2012). Pembutan Permen Hard Candy yang Mengandung Propolis sebagai Kesehatan gigi. Jakarta: Skripsi, Universitas Indonesia

Kumar, Anil. et.al. 2011. Centella asiatica Attenuates D-Galactose-Induced Cognitive Impairment, Oxidative and Mitochondrial Dysfunction in Mice. International Journal of Alzheimer’s Disease. Vol.9.

Yusuf, Abdul Malik dkk. 2010. Hubungan Radikal Bebas dan Antioksidan Dengan Kerusakan Ginjal Pada Obstruksi Akut; Eksperimen Pada Hewan Coba. Surabaya: Program studi urologi FK UNAIR