Mari Kita Simak dan Mengenal Tentang
Manfaat Daun Pegagan
Oleh Alya Sandrina Augesta
💗Assalamualaikum
Wr Wb,...
SALAM
KESEHATAN!!!!
hallo
sobat-sobatku sekalian ini adalah pertemuan pertama kita dalam blog saya, di
sini saya akan membahas tentang apa sih itu daun pegagan...
Ada
yang tau apa fungsi yang sangat berpengaruhnya bagi kita para remaja, khususnya
kita para wanita...
Kalo
begitu ayo sama-sama kita bahas dan mengenal lebih dalam lagi daun pegagan ini💗
Centella asiatica alias gotu kola atau yang lebih dikenal dengan nama
daun pegagan adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di negara Tiongkok,
Indonesia, Jepang, dan India. Sejak ribuan tahun lalu, pegagan disebut
sebagai ramuan abadi yang digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Pegagan
memiliki nama berbeda-beda, bergantung pada daerahnya. Di Jakarta dan Aceh
namanya pegagan, di Jawa Barat disebut antanan, masyarakat Sumatera menyebutnya
kaki kuda, dan masyarakat Madura menamainya tikusan dan masyarakat Bali menyebutnya
taiduh. Masih banyak lagi nama lokal pegagan, seperti kori-kori (Halmahera),
gagan-gagan atau panigowang (Jawa), pegago (Minangkabau), dogauke atau sandanan
atau gogauke (Papua), kalotidi manora (Maluku), dan bebile (Lombok).
Sebutan pegagan di beberapa
negara antara lain adalah takip-kohot (Filipina), brahma butu (India), Indian
hydrocotyle (India), India penny wort (Inggris), dan gotu kola (Sri Lanka). Di
Tiongkok dikenal dengan nama ji xue cao, yang dipercaya masyarakat setempat
dapat memperpanjang umur. Sementara di Perancis dikenal dengan nama bevilaque,
hydrocote d’Asie, atau cotyiole asiatique. Pegagan atau kaki kuda (Centella
asiatica L.), tumbuh pada tegalan, padang rumput, tepi selokan dan pinggir
jalan, merupakan tumbuhan herba tahunan yang menjalar dan berkembang dengan
stolon. Khasiat pegagan adalah sebagai anti lupa, memberi umur panjang,
adaptogenik, anti-pyretik, anti spasmodik, aphrodisiak, astringent, pembersih
darah (keracunan logam), diuretik, nervine, sedative, menyembuhkan penyakit
lepra, luka luar seperti habis melahirkan dan psoriasis (terbakar)
Nah ini dia penampakan daun pegagan yang memiliki banyak
manfaat itu teman-teman. Kita lanjutkan mengenal daun pegagan ini, pegagan
merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang
tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga
dijadikan penutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan
merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau
antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka.
Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih)
dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang
pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan
disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak
lembap dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan
atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan
gunung dan antanan air.
Pegagan yang simplisianya dikenal dengan
sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside,
isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside,
madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin,
vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium,
kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang
disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka
yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa
pahit. Pegagan
termasuk tanaman tahunan daerah tropis yang berbunga sepanjang tahun. Tanaman
ini tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Bentuk daunnya seperti ginjal,
bertangkai panjang dan tepinya bergerigi. Pegagan menyukai tanah yang lembab
dan cukup sinar matahari atau tempat teduh (Suryo 2010). Pegagan tumbuh dengan
baik yang ditandai dengan daunnya yang besar dan tebal karena ditanam pada
tempat yang intensitas cahayanya 30-40%.
Pegagan
dipercaya memiliki senyawa anti mikroba, dan terbukti dari beberapa senyawa
yang berkhasiat, ternyata juga mampu meminimalisir bakteri. Untuk bakteri
Eschericia coli yang merupakan bakteri penyebab diare, pada ekstrak pegagan
pada 25% mampu menghambat perkembangan bakteri dan pada kadar 50% mampu
membunuh bakteri. Namun, ekstrak daun pegagan belum mampu menghambat
pertumbuhan Vibrio cholerae yang merupakan penyebab penyakit kolera (Ramadhan,
2015). Penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa ekstrak pegagan dengan metanol
mempunyai aktivitas daya hambat yang tinggi terhadap bakteri Staphylococcus
aureus, Bacillus cereus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli (Arumugam,
2011).
Selain
itu, jenis ekstrak juga berpengaruh terhadap daya hambat mikroba. Jenis ekstrak
yang menggunakan air merupakan jenis ekstrak yang terburuk dalam pengekstrakan
yang kurang efektif untuk dijadikan bahan. Ekstrak pegagan dengan konsentrasi
10% dengan menggunakan pelarut metanol sudah mampu membangun 20 mm zona hambat mikroorganisme
(Arumugam, 2011). Selain pengujian bakteri mikroba, juga telah diuji untuk
kapang dan jamur. Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa pegagan mampu
menghambat pertumbuhan Aspergillus dengan ekstrak 25 ul sudah mampu menghambat
Aspergillus yang diinkubasi selama 4 minggu yang cukup signifikan.
Jadi terdapat banyak sekali manfaat dari daub pegagan, lalu bagaimana tentang pembahasan di atas? semoga bernabfaat ya, terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca selamat berjumpa di blog selanjutnyaaaaa.........😉😉😉
Referensi:
Kumar, A.A., K. Karthick, Arumugam, K. P., 2011,
Properties of Biodegradable Polymers and Degradatin for Sustainable
Development, International Journal of Chemical Engineering and Applications,
2(3), 164-167.
Suryo, J., 2010, Herbal Penyembuhan Gangguan Sistem
Pernapasan, B First, Yogyakarta
Ramadhan. (2012). Pembutan Permen Hard Candy yang
Mengandung Propolis sebagai Kesehatan gigi. Jakarta: Skripsi, Universitas
Indonesia
Kumar, Anil. et.al. 2011. Centella asiatica
Attenuates D-Galactose-Induced Cognitive Impairment, Oxidative and
Mitochondrial Dysfunction in Mice. International Journal of Alzheimer’s
Disease. Vol.9.
Yusuf, Abdul Malik dkk. 2010. Hubungan Radikal Bebas
dan Antioksidan Dengan Kerusakan Ginjal Pada Obstruksi Akut; Eksperimen Pada
Hewan Coba. Surabaya: Program studi urologi FK UNAIR

